Legal NPR Oppo Indonesia Antonius Wangge saat menemui awak media di Balai Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Legal NPR Oppo Indonesia Antonius Wangge saat menemui awak media di Balai Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Polemik viralnya acara buka bersama dengan suguhan minuman keras (miras) jenis bir yang dilakukan Oppo di Hotel Atria Malang beberapa waktu lalu akhirnya diklarifikasi manajemen Oppo. Klarifikasi itu disampaikan saat memenuhi panggilan Wali Kota Malang Sutiaji (22/5/2019).

Legal NPR Oppo Indonesia Antonius Wangge menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian buka bersama tersebut. Menurut dia, acara yang diadakan pihak Oppo Malang kali ini sekaligus sebagai acara gathering karyawan yang bertepatan dengan bulan Ramadan.

"Jadi begini, kami sekali lagi mohon maaf karena acara buka bersama beberapa waktu yang lalu itu bersamaan dengan acara gathering. Ada dua acara. Pemikiran pihak Oppo Malang ya bukan Oppo Indonesia. Mereka merasa efisien dengan mengadakan dua acara tersebut. Tapi kami akui kami salah," ujar dia usai memenuhi panggilan wali kota  di Balai Kota Malang.

Terkait dengan adanya penyediaan minuman keras (miras) dalam acara tersebut, Antonius mengaku bahwa hal itu pemberian dari salah satu koleganya di Surabaya. Pihaknya merasa tidak enak hati ketika tidak menerima pemberian tersebut.

Dalam hal itu,  pihak Hotel Atria Malang sebagai penyedia tempat dianggap tidak tahu-menahu akan adanya minuman keras jenis bir tersebut.
"Soal minuman itu ada sumbangan dari teman kami dari Surabaya yang datang bawa minuman itu. Kita mau nolak juga sungkan karena datang persis di hari itu. Jadi, di sini hotel tidak tahu minuman itu ada," imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Oppo memohon maaf apabila dianggap kurang menghargai umat muslim. Antonius mengatakan momen itulah yang kurang pas diadakan saat bulan Ramadan sehingga menyebabkan pihak - pihak terkait berasumsi tidak ada bentuk menghargai bulan Ramadan.

"Kami pribadi sudah menghadap, sekali lagi kami mohon maaf. Sejujurnya kami sangat menghargai umat muslim karena karyawan kami 87 persen juga muslim. Cuma memang pikiran efisiensinya itu  yang nggak pas. Sehingga menimbulkan perasaan sensitif, apalagi di bulan Ramadan ini," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, pihak Oppo Indonesia juga telah memberikan sanksi kepada penanggung jawab acara untuk jera dan tidak mengulangi perbuatan seperti itu. "Dan para pihak yang terlibat, penanggung jawabnya sudah kami kasih hukuman. Mereka kami beri SP3. Kalau kami langsung memecat, kasihan. Jadi, kami langsung ber peringatan terakhir. Kalau mengulangi, akan kami pecat dari Oppo," tandas Antonius.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load