Pengunjung anak-anak sedang melihat binatang kandang macan di Kebun Binatang Mini (TWSL) Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

Pengunjung anak-anak sedang melihat binatang kandang macan di Kebun Binatang Mini (TWSL) Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, tidak ingin dikatakan setengah hati mengembangkan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) yang didalamnya terdapat kebun binatang mini. Sebagai pengelola, DLH telah menyiapkan lahan baru seluas 2,4 hektar untuk perluasan.

Tak hanya itu, UPT TWSL yang dikelolanya juga akan ditambah koleksinya. Meski belum diketahui kedatangan pastinya, kebun binatang mini akan kedatangan penghuni baru berupa, harimau alias macan. Jenisnya, harimau Benggala sumbangan dari kebun binatang Semarang. Hanya saja belum dikeytahui jumlahnya, apakah hanya seekor atau dua ekor (Sepasang)

Kabar baik tersebut disampaikan Budi Krisyanto kepala DLH, Selasa (11/6) siang di kantornya. Pikahnya, kata kepala yang sering disapa Budikris ini, sudah menandatangani surat hibahnya. Bahkan, tim dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) setempat sudah melakukan survei ke TWSL. “BKSDA sudah memeriksa kandangnya. Katanya, kandang harimau di TWSL sudah memenuhi syarat dan layak dihuni harimau,” tandas Budikris.

Ia berharap, kebun binatang Semarang menghibahkan harimaunya tidak hanya seekor, melainkan sepasang (Dua ekor) jantan dan betina. Harapannya, dimungkinkan terkabul, mengingat, Semarang Zoo memiliki koleksi harimau sebanyak 16 ekor. “Kepastian jumlahnya belum tahu. Ya, kami berharap mendapat sepasang. Kalau satu ekor, kasihan tidak ada temannya. Jenisnya Harimau Benggala,” tambah Mantan asisten Ekonomi dan pembangunan tersebut.

Menurutnya, TWSL sebagai salah satu lembaga konservasi katagori taman satwa, juga akan menghibahkan penghuninya ke taman safari atau kebun binatang. Hanya saja Budikris tidak menyebut hewan yang akan dihibahkan. Namun menurutnya, elang jawa pemnghuni TWSL sudah bertelur dan tinggal menunggu menetasnya. “Kami danggap berhasil membudidayakan Elang Jawa. Nanti kalau jumlahnya banyak, ya Elklang Jawa kami hibahkan,” katanya.

Selain itu, TWSL oleh Perhimpinan Kebun Binatang dan Taman Safari Seluruh Indonesia disarankan untuk menjadi tempat penangkaran rusa. Sebab, TWSL dianggap berhasil dan sukses mengembang biakkan rusa dari satu pasang menjadi sekitar 25 ekor. “Kami juga diminta melepas sebagian rusa yang kami miliki ke alam bebas. Rencananya mau dilepas di Bromo atau Trawas Mojokerto,” ujarnya.

Rencana yang lebih menggembirakan, TWSL akan memperluas lahannya. Saat ini, sudah ada lahan seluas 2,4 hektar untuk perluasan ke sisi utara. Jika ditambah dengan lahan yang sudah ditempati, nantinya TWSL luasnya tidak lagi 1 hektar lebih, tetapi sekitar 3,5 hektar. “Masterplan dan maketnya sudah ada. Tinggalk menunggu dana. Kalau disetujui, ya langsung berangkat,” pungkas Budikris sambil tertawa.


End of content

No more pages to load