Plt Bupati Malang Sanusi mengingatkan jangan sampai ada pihak-pihak yang merusak demokrasi desa dalam Pilkades gelombang III 2019 (humas for MalangTIMES)
Plt Bupati Malang Sanusi mengingatkan jangan sampai ada pihak-pihak yang merusak demokrasi desa dalam Pilkades gelombang III 2019 (humas for MalangTIMES)

Plt Bupati Malang Sanusi secara tegas menyampaikan, jangan sampai ada pihak manapun yang mencoba untuk merusak demokrasi di tingkat desa dalam perhelatan pilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang III 2019.

Pernyatan tegas Sanusi tersebut disampaikan dalam apel deklarasi Pilkades damai dan ikrar calon kepala desa (cakades) “siap kalah siap menang” di pendapa agung Kabupaten Malang, Jumat (21/06/2019). Dimana dalam acara tersebut dihadiri sekitar 859 cakades, Dandim 0818, Kapolres Malang dan Kapolres Batu, Wakapolres Batu, Forkopimda Kabupaten Malang, Sekretaris Daerah, para Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, dan Muspika se-kabupaten Malang.

“Saya harap jangan ada pihak yang berusaha untuk merusak makna demokratis di desa dalam Pilkades nantinya. Beda pilihan merupakan hal yang wajar terjadi dalam demokrasi, sehingga jangan dijadikan alasan untuk melakukan hal yang akan menimbulkan suasana tidak kondusif,” kata Sanusi, Jumat (21/06/2019) dalam sambutannya.

Pernyataan Sanusi tersebut didasarkan pada gelaran Pilkades gelombang I dan II di wilayah perdesaan Kabupaten Malang yang telah berjalan. Serta menghasilkan suasana kondusif, aman, tertib dan tidak menimbulkan akses negatif dalam masyarakat desa. Selain tentunya, dengan masih panasnya proses pemilu 2019 lalu, Sanusi berharap banyak tidak berefek negatif dalam Pilkades gelombang III yang akan digelar pada tanggal 30 Juni 2019 datang.

Karena, lanjut Sanusi, perbedaan merupakan hukum Allah untuk ciptaan-Nya. “Tapi perbedaan jangan dijadikan sumber pertikaian dan perselisihan. Harusnya perbedaan menjadi kekuatan dalam menguatkan kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.

“Maka saya kembali berharap kepada seluruh cakades, jadilah figur yang mendinginkan masyarakat. Ajak seluruh pendukungnya menjadi bagian dalam mewujudkan budaya politik yang baik dan benar nanti di Pilkades,” imbuh Sanusi.

Melihat pengalaman Pilkades yang telah berlalu, modal besar untuk menumbuhkan budaya politik yang baik dan benar serta santun, telah teruji. pelaksanaan Pilkades serentak gelombang I pada 30 April 2017 dan gelombang II pada 11 November 2018 lalu, telah berhasil terlaksana dengan baik dan lancar. Karena itu, di Pilkades gelombang III, pengalaman baik tersebut juga bisa diwujudkan dan lebih ditingkatkan lagi.

“Seluruh elemen lintas sektoral di Kabupaten Malang, bersiap untuk mewujudkan hal tersebut. Karenanya kami juga berharap banyak juga pada seluruh masyarakat di desa yang akan melaksanakan Pilkades untuk bersama mewujudkan hal itu,” tegas Sanusi.

Disinggung, tema yang dipilih dalam deklarasi “siap kalah siap menang”, Sanusi juga menegaskan, bahwa seluruh pemilihan pemimpin dalam level manapun, bertujuan untuk menciptakan kebaikan bersama. Tidak ada istilah menang dan kalah, lanjut politikus PKB ini, karena akhir dari pemilihan adalah untuk masyarakat yang lebih baik di kemudian hari.

“Cakades menang atau kalah punya kewajiban sebagai warga desa untuk tetap berjuang membangun desanya. Walaupun dalam kapasitas dan ruang berbeda. Ini yang perlu terus ditumbuhkan, karena untuk mengabdi pada masyarakat tidak hanya di pemerintahan saja,” ucap Sanusi yang juga mengingatkan kepada masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan berpotensi menimbulkan kekacauan atau situasi yang tidak kondusif.

“Karena pada akhirnya yang rugi adalah masyarakat sendiri,” pungkasnya.