BJ Habibie. (Foto: istimewa)

BJ Habibie. (Foto: istimewa)



Kepulangan Mantan Presiden Republik Indonesia yang ketiga, Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie FREng atau BJ Habibie, ke Rahmatullah pada Rabu (11/9/2019) memberikan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Pernyataan duka cita Emil ia sampaikan saat berkunjung ke Malang, Kamis (12/9/2019). Ia menyatakan bahwa BJ Habibie adalah Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) paling legendaris.

"Beliau presiden tapi Beliau Menristek paling legendaris dalam pandangan saya," ucapnya.

Sebab, lanjutnya, di era BJ Habibie-lah Emil merasa ada suatu dorongan untuk benar-benar menjadi seorang saintis. BJ Habibie adalah idola Emil.

"Saya pernah sekali berkesempatan, hanya melihat dari jauh, saat menjadi juara 1 siswa teladan DKI Jakarta. Saya lihat Pak Habibie tahun 97 waktu itu belum Wapres, masih menristek dan luar biasa," kenangnya.

Di sisi lain, Emil melihat bahwa pada akhirnya Habibie bertemu dengan kekasih yang sangat ia rindukan, Ibu Ainun.

"Di sisi lain kita tahu beliau sangat merindukan dan sangat mencintai Almarhumah Ibu Ainun. Sehingga ini reunited," ungkap nya.

Akan tetapi, di sisi lain Indonesia kehilangan sosok teknokrat yang berjuang luar biasa untuk kemajuan teknologi di Indonesia.

"Mudah-mudahan ini menjadi satu wake up call bagi kita. Ayo kita butuh lebih banyak lagi tokoh-tokoh bangsa yang bener-bener committed kepada kemajuan teknologi," tandas nya.

Emil pun juga sempat mengenang BJ Habibie yang menukar pesawat buatannya dengan beras lantaran stok beras di gudang Bulog yang tidak mencapai target dikarenakan musim kemarau panjang yang melanda Indonesia.

"Dulu Beliau sempat ditanya ngapain di Indonesia bikin pesawat lalu hanya ditukar beras. Bukan masalah ditukar dengan beras. Tapi kita bisa bikin pesawat. Kita negara kepulauan, archipelago, kita butuh. Project yang dicetuskan oleh Pak Habibie juga kan sebenarnya pesawat yang cocok untuk lintas pulau. Kita harap legacy itu kita lanjutkan," pungkas nya.


End of content

No more pages to load