Ilustrasi IPM yang jadi sorotan terkait posisi Kabupaten Malang yang masih berada di posisi cukup bawah (Ist)

Ilustrasi IPM yang jadi sorotan terkait posisi Kabupaten Malang yang masih berada di posisi cukup bawah (Ist)



Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang Umar Usman yang mendaftar untuk jadi bakal calon (balon) Bupati Malang 2020 melalui PDI-Perjuangan, sudah melemparkan visi dan misinya kepada publik.

Visi Umar yang juga berlatarbelakang dokter ini pun tidak jauh dari persoalan pembangunan manusia Kabupaten Malang. Dimana, dirinya mengusung Kabupaten Malang Sehat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, akhlak, komunitas, generasi millenial, hingga masyarakatnya.

Walau belum secara spesifik menyampaikan visinya, Umar berangkat dari pendapatnya terkait indeks pembangunan di Kabupaten Malang yang dinilainya masih berada di bawah kabupaten/ kota lainnya di Jawa Timur (Jatim).

"Indeks pembangunan Kabupaten Malang beberapa tahun ini kurang menggembirakan. Masih kalah dengan kabupaten/ kota lainnya di Jatim," ungkap Umar.

Kondisi inilah yang membuatnya mengusung Kabupaten Malang Sehat. Karena, lanjutnya, Kabupaten Malang sebenarnya memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks pembangunannya. Serta tidak kalah dengan kabupaten/ kota di Jatim.

Lantas di urutan berapakah sebenarnya indeks pembangunan manusia Kabupaten Malang di skala Jatim yang di tahun 2018 lalu indeksnya mencapai 70,77 atau meningkat sekitar 0,72 persen dari tahun 2017 lalu.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 69,40 di tahun 2018. Angka IPM tersebut di skala Jatim, berada di posisi cukup dalam. Dimana dengan nilai 69,40 Kabupaten Malang berada di posisi ke-15 dari 29 kabupaten yang ada di Jatim.

Kabupaten Malang berada jauh dibawah Kabupaten Sidoarjo dengan angka 79,50 sebagai wilayah tertinggi IPM-nya. Serta berbagai kabupaten lainnya di Jatim. Walau pun setiap tahunnya mengalami peningkatan angka IPM, tapi Kabupaten Malang memang harus terus menggenjotnya untuk bisa bersanding dengan berbagai kabupaten di atasnya.

Sorotan Umar tersebut menjadi relevan dengan fungsi IPM yang menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Dimana, dalam IPM yang diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR) memiliki 3 dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.

Hal inilah yang dimungkinkan Umar, bahwa IPM Kabupaten Malang dengan berbagai potensi yang ada masih perlu terus ditingkatkan dan tidak kalah dengan kabupaten/ kota yang ada di Kabupaten Malang.


End of content

No more pages to load