Percakapan whatsapp oknum Satpol PP dengan PSK

Percakapan whatsapp oknum Satpol PP dengan PSK



Belum juga tuntas pengusutan oknum petugas Satpol PP Kabupaten Pasuruan yang membocorkan informasi razia ke mucikari, kini kembali beredar kabar tak sedap. Selain menawarkan ‘anak asuh’ kepada mucikari, ia juga kerap menggunakan jasa pekerja seks komersial (PSK) tanpa bayaran alias gratis. Ironis.

Dalam sebuah percakapan di Whatsapp dengan seorang PSK, oknum Satpol menawarkan seorang perempuan untuk bisa bergabung menjadi anak asuh mucikari. Ia meminta bantuan kepada PSK yang menjadi ‘sapi perahnya’ agar menyampaikan niat baik tersebut kepada sang mami alias mucikari.

“Aku jaluk tolong iso ta, iki ono koncoku kebebeng utang. aku saaken nang koncoku iku maeng. kiro-kiro bos se sampeyan iso ta bantu. terus anaknya biar kerja disitu,” kata oknum Satpol PP tersebut dalam pesan whatsapp kepada seorang PSK, sebut saja Bunga.

Setelah menunggu beberapa jam dan tak mendapat balasan kepastian, ia mengurungkan permintaan tersebut. Ternyata ia sudah mendapatkan tempat kerja temannya di tempat yang lain.

“Gak usa wes, suwon. ojok ngomong wes nang umik, aku wes nemu,” katanya.

Seorang PSK lain, sebut saja Mawar, teman satu wisma Bunga, mengungkapkan perilaku oknum Satpol PP tersebut. Ia kerap datang ke wisma dan menjadikan Bunga sebagai ‘sapi perah’ tanpa bayaran alias gratis.

“Ia sering datang dan menginap di wisma. Bunga tidak pernah mendapat bayaran,” kata Mawar menceritakan pengalaman temannya.

Sementara itu, Basmi, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pasuruan menyatakan masih perlu melakukan penyelidikan atas tindakan yang mencoreng lembaga penegak peraturan daerah. Ia mengaku telah mengklarifikasi ke sejumlah staf untuk menemukan siapa yang menjadi pembocor informasi kepada mucikari tersebut.

Hanya saja hingga saat ini belum ada kejelasan siapa oknum petugas nakal tersebut. Ia menyakinkan bahwa oknum tersebut akan diberikan sanksi jika terbukti melanggar aturan dan tindakan indisipliner.


End of content

No more pages to load