Screenshot ucapan duka dari Prabowo Subianto atas wafatnya BJ Habibie yang ditarik oleh warganet untuk mengingatkan nasib Kivlan Zen (@prabowo)

Screenshot ucapan duka dari Prabowo Subianto atas wafatnya BJ Habibie yang ditarik oleh warganet untuk mengingatkan nasib Kivlan Zen (@prabowo)



Wafatnya Bacharuddin Jusuf Habibie, presiden ketiga RI di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/09/2019) petang, telah membuat Indonesia berduka. Tidak hanya kalangan pemerintahan  yang merasa kehilangan sosok yang selama hidupnya telah begitu berjasa kepada bangsa dan negara Indonesia. Seluruh elemen masyarakat pun berduka cita.

Tak terkecuali Prabowo Subianto, ketua umum Gerindra yang secara langsung melayatnya ke rumah duka di Jalan Patra Kuningan XIII Blok L XV Kav 5, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tidak hanya secara fisik. Prabowo pun mengabarkan duka citanya di media sosial (medsos) melalui akun pribadi Twitter-nya.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya atas nama pribadi dan keluarga besar partai @Gerindra mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke 3 Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie. Semoga ditempatkan di sisi Allah SWT. Aamiin YRA," tulis @prabowo.

Cuitan Prabowo tersebut mendapat respons tinggi di medsos. Banyak warganet pun ikut mendoakan atas wafatnya BJ Habibie serta ikut menguatkan bagi keluarga yang ditinggalkannya.
Tapi, dari berbagai komentar warganet, terselip juga harapan besar kepada Prabowo atas nasib yang sedang dijalani Kivlan Zen yang kini berstatus sebagai terdakwa atas kasus kepemilikan senjata api ilegal.

@hannarayliza menuliskan, "Dear Pak @Prabowo. Anda tentunya tdk lupa tokoh sepuh yg duduk di kursi roda ini kan? Beliau inilah yg telah bnyk berjasa utk negeri ini. Saat ini beliau sedang di kursi pesakitan, atas tuduhan ngawur yg  ditimpakan kpd beliau. Sudikah kiranya anda memberikan perhatian," ujarnya yang juga memposting foto Kivlan Zen yang duduk di kursi roda di dalam ruang persidangan.

Tidak hanya @hannarayliza, akun @DyaRaysari02 juga menyampaikan hal yang sama terkait nasib Kivlan Zen yang didakwa memiliki empat senjata api dan 117 peluru tajam.

"Putra bangsa terbaik telah pergi. Satu lagi putra bangsa terbaik sedang dirundung sepi  dibalik besarnya pengorbanan dan jasanya pada negeri ini ... Sepenuh jiwa menjaga kedaulatan Pancasila dan NKRI tak henti hingga masa tuanya kini... KIVLAN ZEN... Saya yakin anda msh ingat dia," cuitnya yang ditujukan kepada Prabowo dan Partai Gerindra.

Seperti diketahui, mantan kepala staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen didakwa memiliki senjata api dan peluru tajam ilegal. Kivlan juga sudah menjalankan sidang perdana pembacaan dakwaan kepemilikan senjata ilegal yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

"Sebagai orang yang melakukan atau turut melakukan perbuatan tindak pidana, yaitu tanpa hak menerima, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak yakni berupa 4 pucuk senjata api dan 117 peluru tajam," begitulah bunyi dakwaan yang ditujukan kepada Kivlan yang duduk di kursi roda karena alasan kesehatannya menurun.

Kepemilikan senjata ilegal itu diduga untuk percobaan pembunuhan berkait aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Bawaslu, Jakarta, pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu. Kivlan sudah membantah tuduhan tersebut serta menyatakan bahwa senjata yang dimilikinya hanya sebagai alat pertahanan diri karena mengaku merasa terancam.

Kivlan pun akhirnya ditahan oleh kepolisian dan dijadikan tersangka pada tanggal 29 Mei 2019 lalu dan kini telah menjalankan persidangan pidana.

Penahanan dan persidangan Kivlan inilah yang membuat warganet meminta kepada Prabowo dan Partai Gerindra untuk membantunya dan jangan sampai perannya dalam Pilpres 2019 lalu dilupakan begitu saja.

@EkaKurn14one, "@prabowo dan @Gerindra Jangan lupa sama Pak Kivlan Zein," cuitnya sama seperti yang diminta oleh @RollezB, "Jangan lupa bantu pak Kivlan Zein. Sehat selalu jendral."

 


End of content

No more pages to load