14 tayangan yang disanksi KPI. (Sumber: KPI)

14 tayangan yang disanksi KPI. (Sumber: KPI)



Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak hanya memberikan sanksi kepada tayangan animasi Spongebob Squarepants. Promo film Gundala serta 12 program siaran lain juga tak luput dari sanksi KPI. Total, 14 program siaran televisi disanksi oleh KPI.

Hal ini membuat netizen geram dan meramaikan tagar #BubarkanKPI.  Sutradara film  Gundala, Joko Anwar, juga ikut berkomentar.

Dalam cuitan Twitter-nya, Joko menyatakan bahwa promo Gundala kena sanksi KPI lantaran ada dialog "bangsat."

 

 

Sementara, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "bangsat" berarti kepinding, kutu busuk atau orang yang bertabiat jahat (terutama yang suka mencuri, mencopet, dan sebagainya).

"Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat," tandas Joko Anwar melalui akun Twitter-nya, @jokoanwar.

"Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" sendiri disanksi lantaran dinilai KPI memuat unsur kekerasan.

Perlu diketahui, 14 program yang disanksi KPI tersebut di antaranya, "Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" yang tayang di GTV, “Borgol” GTV, "Ruqyah" Trans 7, "Rahasia Hidup" ANTV, "Rumah Uya" Trans 7, dan "Obsesi" GTV.

Kemudian promo film "Gundala" TV One, "Ragam Perkara" TV One, "DJ Sore" Gen FM, "Heits Abis" Trans 7, "Headline News" Metro TV, "Centhini" Trans TV, "Rumpi No Secret" Trans TV, dan "Fitri" ANTV.

Dalam rilisnya, Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo menyampaikan, jenis pelanggaran yang mereka temukan yaitu terkait adanya muatan kekerasan, adegan kesurupan, adegan horor, pemanggilan arwah, dan konflik pribadi.

Tayangan yang disanksi juga dinilai memuat dialog dan gerakan sensual, ungkapan kasar, penayangan identitas pelaku pelecehan seksual, adegan berbahaya, privasi, serta pelecehan status kelompok tertentu.

Atas sanksi-sanksi itu, hari ini netizen memanaskan tagar #BubarkanKPI. "Kami penduduk Bikini Bottom sepakat, KPI dan KPAI itu gak guna, daripada ngabis-ngabisin anggaran negara, mending #BubarkanKPI," ujar akun @negativisme.

"Setuju sih kalau lembaga ini layak untuk bubar karena sudah overload banget wewenang untuk melakukan sensor tayangan. @KPI_Pusat #BubarkanKPI," tulis @innocent_pororo.

Sementara Yonathan Christanto dalam akun Twitternya @yo_na_than memilih untuk menyindir KPI. "Ngoprek2 Netflix sama Youtube dimarahin Netizen. Trus kita pada kerja apa? Yaudahlah gangguin siaran tv aja kaya biasa, sekalian promo #Gundala biar ga ditonton. Selooow" - @KPI_Pusat #BubarkanKPI," ungkapnya.

"Kpi dan kpai emng useless, kerjanya ngawur, kpk yg bener kerjanya malah dilemahkan, aneh memang negeri ini," ucap @hatra21.

"Lembaga ini gaada kerjaan jadi nyari kerjaan, tapi jadinya ngaco mending #BubarkanKPI," tandas @rikiqbal.

"Lama lama indonesia tahun 2030 mau nonton spongebob harus di pornhub pake vpn," cuit @Dsrrdz.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load