Ilustrasi pencabulan (shutterstock.com)

Ilustrasi pencabulan (shutterstock.com)



Kasus oknum takmir cabul yang menyetubuhi gadis di bawah umur yang terjadi di kawasan Betek, Kelurahan Penanggungan, Klojen, Kota Malang, masih terus dalam penanganan pihak kepolisian.

Pelaku yang merupakan seorang takmir, nantinya bakal terancam hukuman kurang lebih 15 tahun penjara. Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH.

Hal itu sesuai dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dimana di situ dengan jelas disebutkan acaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Selain menjadi seorang takmir, pelaku Munif yang juga diketahui merupakan guru ngaji tersebut, bakal terancam hukuman tambahan, karena tergolong sebagai seorang tenaga pendidik.

Kemudian berdasarkan klausul pasal 81 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014, apabila pencabulan dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka hukumannya ditambah selama 1/3 dari ancaman.

"Siapapun pelaku di mata hukum tetap sama, akan tetap mendapat hukuman sesuai aturan," ungkap Kapolres Malang Kota beberapa menit lalu (16/9/2019).

Sebelumnya, M (55), Takmir masjid di kawasan Kampung Betek, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ketahuan telah menyetubuhi Melati, gadis berusia 16 tahun.

Pelaku juga mengaku, baru tiga kali telah melakukan persetubuhan dengan Melati (16), yang juga warga Kampung Betek, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Dari hasil keterangan sementara, kejadian tersebut bermula dari korban yang informasinya sering curhat kepada pelaku M. Dari situ, kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan perbuatan tak senonoh tersebut dengan Melati. 
 

 


End of content

No more pages to load