Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander(tengah) bersama Walikota Malang, Sutiaji (baju hitam) dan Ketua DPRD Kota Malang, Made (berpeci) yang ikut  melakukan rilis di Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander(tengah) bersama Walikota Malang, Sutiaji (baju hitam) dan Ketua DPRD Kota Malang, Made (berpeci) yang ikut melakukan rilis di Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



44 sepeda motor dan dua unit mobil pikup, berjajar di halaman Polres Malang Kota. Motor-motor tersebut merupakan barang bukti pencurian yang berhasil disita dari penadah dan maupun para pelaku curanmor.  

Puluhan barang bukti tersebut, merupakan hasil upaya petugas selama 19 hari dalam mengungkap kasus kejahatan jalanan, khususnya curanmor di lima kecamatan di Kota Malang, dimulai tanggal 29 Agustus 2019 sampai 16 September 2019. "Ini hasil ungkap dari wilayah Klojen, Sukun, Kedungkandang, Blimbing maupun Lowokwaru," ungkap Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH.

Dari ungkap kasus yang membuahkan barang bukti puluhan sepeda motor dan dua unit mobil itu,  petugas mengamankan 11 tersangka dimana, beberapa di antaranya ada yang berperan sebagai seorang penadah. "Saat ini para tersangka ini terus kami kembangkan, untuk mengungkap jaringan-jaringan mereka. Untuk itu, kami juga akan berkoordinasi dengan wilayah Polres Malang, Polres Batu," jelasnya.

Beberapa pelaku, dalam beraksi memang tak sendiri. Mereka biasaya terdiri dari beberapa orang dan mempunyai peran masing-masing. Ada yang melakukan pemantauan, ada yang melakukan eksekusi serta ada juga yang bertugas membawa kabur motor curian. "Punya peran masing-masing. Makanya kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Pasang pengaman tambahan pada kendaraan, parkir pada tempat yang aman," paparnya.

Dari penangkapan para pelaku, turut diamankan barang bukti sarana yang digunakan sebagai alat pencurian berupa kunci letter T. Petugas sendiri akan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku yang memang tetap nekat beraksi di wilayah Kota Malang.

"Kami semaksimal mungkin akan melakukan upaya preventif, memberikan imbauan kepada masyarakat bersama stake holder terkait agar selalu waspada dan tidak meremehkan situasi. Dan untuk upaya represif, kami akan  melakukan langkah pengungkapan-pengungkapan secara maksimal di seluruh wilayah Kota Malang.

Selain itu, kami berharap masyarakat juga aktif, berperan serta dalam memberikan informasi-informasi yang memang bisa menjadi petunjuk dalam pengkungkapn kasus," pungkasnya.


End of content

No more pages to load