Tersangka kasus pencurian saat diamankan polisi (Foto : Istimewa)

Tersangka kasus pencurian saat diamankan polisi (Foto : Istimewa)


Editor

A Yahya


Setelah sempat meresahkan warga karena gemar melancarkan aksi pencurian di tempat sekolahan, akhir pekan lalu, tiga orang pelaku komplotan pencurian tersebut akhirnya berhasil diamankan jajaran kepolisian Polsek Kepanjen.

Mereka adalah Yusuf (28) dan Muhammad alias Memed (22) warga Desa Karangsari, Kecamatan Bantur. Kedua pelaku tersebut merupakan kakak beradik. Sedangkan seorang tersangka lainnya berinisial ED warga Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur. Bocah yang kini masih berusia 15 tahun itu, turut diamankan polisi karena terbukti terlibat jaringan pencurian spesialis sekolahan.

”Lantaran masih di  bawah umur, tersangka ED kami limpahkan ke UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang,” kata Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo, Senin (16/9/2019).

Komplotan pencurian yang gemar melancarkan aksinya di sekolahan ini, diamankan polisi sesaat setelah mendapat laporan adanya pencurian di beberapa sekolahan yang ada di Kecamatan Kepanjen. Diantaranya SD (Sekolah Dasar) Talangagung dan SD Kedungpedaringan. 

”Berdasarkan laporan yang kami terima, komplotan yang beranggotakan tiga orang ini mencuri berbagai peralatan olah raga dan sound syatem yang ada di kedua sekolahan tersebut,” sambung Bindriyo.

Dari hasil penyidikan polisi, siang sebelum melancarkan aksinya ketiga pelaku mengaku berkeliling ke beberapa sekolah yang sekiranya bisa dijadikan sasaran pencurian. Saat hari berganti malam, ketiga pelaku kembali mendatangi sekolahan yang mereka sasar dan kemudian melancarkan aksi pencurian.

Jika dipastikan situasi aman, ketiga pelaku ini biasanya masuk ke lokasi pencurian dengan cara memanjat dinding sekolah. Apabila sudah berhasil masuk ke sekolahan, mereka langsung menyasar beberapa ruangan untuk mencari barang yang bisa dicuri.

Setelah mendapatkan beberapa barang berharga, ketiga pelaku langsung bergegas meninggalkan lokasi kejadian. ”Dari penuturan ketiga tersangka, mereka mengaku jika sebagian barang hasil curian sudah mereka jual. Sedangkan beberapa barang hasil curian seperti perlengkapan olah raga yang belum sempat terjual sudah kami amankan guna kepentingan penyidikan,” terang Bindriyo.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus melakukan pendalaman. Dari hasil penyidikan sementara, selain melancarkan aksi pencurian di dua SD yang ada di Kecamatan Kepanjen. Komplotan pencuri spesialis sekolahan ini juga melancarkan aksinya di beberapa lokasi lain yang ada di Kabupaten Malang.

”Sementara ini tersangka baru mengaku jika sudah melancarkan aksi pencurian di 6 TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dimana 3 diantaranya terjadi di wilayah Kecamatan Kepanjen, sedangkan tiga sisanya terjadi di wilayah hukum Polsek Pagak,” tutup Bindriyo mengakhiri.

 


End of content

No more pages to load