KPAI yang mendatangi Polresta Malang Kota untuk memantau jalannya proses hukum kasus Perundungan (ist)
KPAI yang mendatangi Polresta Malang Kota untuk memantau jalannya proses hukum kasus Perundungan (ist)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Cabang Malang, mendatangi Polresta Malang Kota (12/2/2020). Kedatangan KPAI tersebut guna melakukan pemantauan mengenai jalannya proses hukum terkait kasus perundungan siswa SMPN 16 Kota Malang hingga berujung amputasi jarinya.

Pasca penetapan dua tersangka perundungan terhadap MS, pihak KPAI juga menekan agar proses hukum dalam kasus tersebut benar-benar objektif. Selain itu juga  mengharapkan agar pendampingan diberikan kepada korban maupun  saksi-saksi yang masih di bawah umur.

"Kami ke sini hanya ingin memastikan proses hukum yang tengah berlangsung di Polresta Malang Kota. Kami ingin tau sejauh mana penyidikan berlangsung,” Kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listiarty.

Selain itu, ia juga menyampaikan, jika pihaknya mengapresiasi langkah kepolisian dalam penetapan dua tersangka itu. Penetapan tersangka dirasa menurutnya sudahlah tepat. Hal itu tentunya berdasar dari hasil  data yang telah dikumpulkan serta dari hasil keterangan saksi maupun fakta-fakta yang ada.

"Sampai saat ini, hanya korban saja yang masih belum dimintai keterangan. Polresta Malang Kota harus mempertimbangkan kondisi psikis korban terlebih dahulu. Memang, keterangan korban secara langsung nampaknya menjadi muara kasus perundungan tersebut,"  paparnya.

Pihaknya juga meminta,  ke depan agar pendidikan dari korban juga diupayakan yang terbaik. Di sini pihak terkait seperti Dinas Pendidikan diharapkannya bisa memberikan fasilitasi pendidikan jika nantinya korban ingin menempuh pendidikan disekolah yang baru.

"Ini yang musti digaris bawahi. Karena hak pendidikan itu yang utama,” paparnya. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Yunar Hotma Parulin Sirait menambahkan, saat ini kasus tersebut masih terus berproses. Selain itu, pihaknya pada Minggu depan berencana akan menggelar rekonstruksi aksi perundungan tersebut.

Karenanya, pihaknya mengimbau agar semua saksi yang terkait dalam kasus tersebut bisa memenuhi panggilan dan mengikuti jalannya proses rekonstruksi. Keterangan dari para saksi dan pelaku juga diharapkan sesuai

"Semoga Minggu depan bisa segera dilakukan rekonstruksi agar faktanya terbuka dan akan semakin menguatkan proses hukumnya. Saat ini juga pengembangan masih terus dilakukan," pungkasnya.