RSUD Kanjuruhan, tempat dimana anggota TNI dinyatakan meninggal setelah tertimpa pohon (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
RSUD Kanjuruhan, tempat dimana anggota TNI dinyatakan meninggal setelah tertimpa pohon (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Meski sudah menjalani perawatan intensif di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kanjuruhan, Kepanjen, Mualim, warga Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang akhirnya dinyatakan meninggal dunia, Kamis (13/2/2020).

”Korban dinyatakan meninggal beberapa jam setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit, pengendara sepeda motor ini mengalami luka parah dibagian kepala dan perut usai tertimpa pohon yang roboh akibat tersangkut truk tronton,” jelas Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto, Kamis (13/2/2020) malam.

Seperti pemberitaan sebelumnya, anggota TNI yang berpangkat Serda dan berdinas di Koramil Wonosari ini, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kanjuruhan lantaran tertimpa pohon penerangan jalan, Kamis (13/2/2020).

Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor dinas nopol 14958-V, melintas dari arah utara dengan kecepatan sedang. Ketika tiba di kawasan Jalan Raya Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dari arah berlawanan melintas truk tronton nopol L-8930-UC yang dikemudikan Agus Suprapto, warga Dusun Banjarsari, Desa Rancang Kencono, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Lantaran body truk yang mengangkut peti kemas terlalu tinggi, mengakibatkan batang pohon penerangan jalan tersangkut yang kemudian roboh. Disaat bersamaan, korban yang tidak menyadari robohnya batang pohon, tetap melintas di sekitar lokasi kejadian.

Hingga akhirnya, saat melalui akses jalan Kepanjen menuju Turen, tepatnya di kilometer 02-03. Mualim tertimpa pohon yang roboh akibat tersangkut body truk tronton tersebut.

Warga beserta pengguna jalan dan anggota kepolisian yang mengetahui insiden ini. Bergegas melarikan pria 49 tahun tersebut ke RSUD Kanjuruhan guna mendapatkan penanganan medis.

Namun, sekitar 5 jam kemudian anggota TNI tersebut dinyatakan meninggal dunia karena mengalami pendarahan akibat luka parah dibagian kepala dan perutnya.

”Kami masih mendalami keterangan dari beberapa saksi dan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), dua unit kendaraan yang terlibat kecelakaan juga sudah kami amankan sebagai barang bukti penyidikan,” tutup Agus kepada wartawan.